REVENGE OF MY HUSBAND
"Pergilah, duduklah bersama Florence,"
"Kenapa? Kau akan kemana?"
"Ini pembicaraan tentang pria."
"Aku tetap ingin bersamamu."
"Jangan banyak membantah, wife."
"Maka jangan mendebatku, husband."
"Ayolah Ta."
"Baiklah, tapi sehabis ini kau harus janji menemaniku seharian belanja."
"Apapun untukmu, wife," balas Arthur dengan cengirannya. Tabitha berjalan melenggokkan tubuhnya menjauhi kerumunan para pria. Ia mendudukkan tubuhnya tepat disamping kanan Florence.