Terpaksa Menikahi Om-Om
Tibalah 2 hari setelah itu, Aoi masih memikirkan rencana untuk kabur.
Aoi terbangun pada jam 3:00 am kepalnya terasa pusing. Mungkin ia terlalu banyak pikiran.
"Ayah memang gila merencenakan pernikahan dalam waktu singkat. Apa ayah gak tau kalau nikah itu bukan main-main? Suatu hubungan suci yang sudah resmi di akui negara, untuk berpisahnya saja susah dan Makoto harus setuju. Tapi om nyebelin itu semakin hari tambah cinta saja sama aku," Aoi memijat pelipisnya, di masa muda bukannya ia menikmati asiknya dunia remaja dan kuliah malah terjerat pernikahan paksa atas campur tangan orang tuanya.