Nafkah yang Keliru
Ia tak lagi menyejajarkan langkah kakiku.
Ah, masa bodo. Aku akan dicap sombong atau tidak. Mengundangnya ke pesta pernikahan nanti, hanya akan membuat kesalahpahaman. Belum lagi tidak ada jaminan kalau dia tidak akan mengacaukan pestanya. Aku juga cukup realistis. Tahu kabar aku menikah saja sampai masuk rumah sakit, lantas dia nekat datang ke resepsi, bisa-bisa di sana terkena serangan jantung.
~