Tak Sengaja Kutalak Istriku
"Ikhtiar. Bukankah, sebagai seorang hamba kita dituntut untuk melakukannya. Dan Amalia ... kurasa dia sangat pantas untuk kutempuh ikhtiar dengan segala macam cara,"
Kuat, nampak Ibu kembali menggeleng tak setuju.
"Amalia ... memang sangat patut kau perjuangkan. Tapi tidak dengan menggadaikan iman, Nak. Tidak ... selain perbuatan musyrik ... kau pun menjadi kian jauh, tak pantas menjadi pendamping Amalia. Tak pantas!" Ulas Ibu murka.
"Bu, ini hanya perantara semata, seutuhnya aku tetap bersandar pada yang Maha Esa,"