Istri Abangku
ujar Kamal diikuti senyuman lebarnya.
"Baiklah, Mal. Doakan Ica lekas pulih dan bisa segera kembali ke Jakarta." Ali menepuk hangat pundak lelaki yang baru ia kenal, tetapi mampu membuatnya sedekat ini.
"Saya boleh telepon atau video call sama Ica, Bang? Satu kali ini juga gak papa. Mumpung Abang masih di sini. Kalau sudah kembali ke Jepang, saya tidak bisa lihat wajah Ica," pinta Kamal dengan rona malu-malu.