PHOSPENE
titha terdiam sambil menatap dira dengan penuh kebencian lalu melanjutkan kata-katanya, “asal lo cium dulu kaki gue! Gimana, apa lo bersedia Adira Asmaraloka?”
Dira terdiam, dia tidak menangis, tatapannya kosong, dan dengan susah payah lengannya terlepas dari yumi dan arumi, lalu ia bersujud berniat melakukan apa yang titha inginkan, mencium kakinya. Bisa bayangkan, seorang Adira Asmaraloka, gadis yang tidak pernah tunduk pada siapapun kini tidak berdaya. Ia akan melakukan apapun, asal kalung itu tidak hilang darinya. Bisa bayangkan betapa berartinya kalung pemberian mendiang ibunya tersebut bagi dirinya.
“Ayo cepetan, lemot sekali” ucap yumi.
Hot Chapters