Suami Warisan
Bagaikan kelinci-kelinci yang melompat-lompat, inspirasi itu datang tanpa peringatan, meloncat masuk ke dalam kepalanya, kemudian yang lainnya datang mengikuti, berjingkrak-jingkrak mengelilinginya, kemudian yang lainnya, datang lagi, lagi dan lagi.
Rengganis harus menahan dirinya agar tidak kewalahan, dia meraih sebatang pensil dan mulai mencoret-coret di atas kertas kosong. Ide-ide menari-nari dalam benaknya, dia tidak berusaha menangkapnya, melainnya membiarkan mereka bermain-main dengannya.