Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

jawabku meluruhkan senyumnya seketika. Panjang lebar aku jelaskan kalau menulis itu tidak sekadar mengetik. Kerjaan ini tidak ubahnya seperti karya ilmiah yang biasa dia lakukan. Bedanya, penulis tidak melakukan percobaan yang nantinya dibahas berdasarkan tulisan ilmiah sebelumnya. “Sudah jelas, kan. Menulis tidak semudah bikin mie instan,” ucapku dengan kesabaran mulai terkikis.
1043.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as seni menulis
Read
+Library
OH DUDA

OH DUDA

"Wah, kamu penulis? Aku nggak nyangka sekarang kamu penulis. Aku tahu betul dulu kamu nggak begitu tertarik sama dunia literasi." "Bukan penulis juga, sih ... aku cuma iseng aja." "Justru yang bilang iseng biasanya berakhir serius. Oh ya, nulis apa?" "Fiksi," jawab Sakina singkat. "Wah, keren! Ada berapa buku yang kamu bikin?" "Satu aja belum, Mas. Dibilangin cuma iseng aja. Aku nulis di salah satu platform gitu, nggak aku jadikan novel. Lagian belum tamat juga."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as seni menulis
Read
+Library
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

Paman Loren seketika menjadi gugup saat diberi pertanyaan seperti itu. Ia pun bingung akan apa yang harus dikatakannya. Setelah beberapa saat kemudian, ia pun pelan-pelan membuka mulut berkata. “Para wartawan dan teman-teman disini, aku tahu bagi kalian, aku hanya seseorang yang kasar, tak berpendidikan dan tidak kuliah. Tapi untuk menulis, aku sangat serius. Saat berusia tiga puluh tahun, aku meninggalkan tempat kelahiranku dan asal berkeliling. Semua ini demi menulis sebuah naskah film yang baik. Tahun ini aku telah berusia lima puluh tahun dan aku menulis selama dua puluh tahun. Selama dua puluh tahun ini, aku bertemu dengan banyak hal, mengalami banyak masalah. Setiap langkah dijalani de
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as seni menulis
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

00 – Pembukaan oleh Pak Nur Hidayat, Terapis Menulis Pak Nur, seorang pakar terapi menulis dan penulis buku-buku healing grief, membuka hari dengan kata-kata lembut namun menghunjam: “Ketika suara tak mampu menyampaikan duka, biarkan kata-kata dalam surat yang mengambil alih. Hari ini, kamu menulis bukan untuk dibaca, tapi untuk didengar oleh semesta dan jiwamu sendiri.” 09.00 – Latihan Menyusun Kenangan Sesi pertama adalah membuat daftar kenangan bersama orang yang telah tiada. Peserta menulis: Tempat favorit Lagu yang sering diputar Makanan kesukaan Kalimat terakhir yang diingat Momen terindah dan tergelap Anya mencatat dengan tangan gemetar: Kafe kecil dekat kantor Rio Lagu “Fix You” yang
102.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as seni menulis
Read
+Library
Bukan Indahnya Berbagi

Bukan Indahnya Berbagi

"Ada banyak hal yang menyebabkan saya menulis. Yang pertama, karena saya senang menulis. Mengapa senang menulis? Karena dengan menulis Kau bisa mengungkapkan apa yang Kau rasakan, pikirkan, dan inginkan. Orang-orang juga bisa menilaimu dengan tulisan, mereka akan tahu gagasan apa yang Kau miliki. "Dengan menulis, Kau juga akan dikenang karena tulisan itu abadi meski raga kita telah tiada. Suami saya orang kaya itu tidak ada hubungannya dengan dunia kepenulisan saya. Balik lagi ke motivasi pribadi saja, karena saya senang menulis.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 415 Times as seni menulis
Read
+Library
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Langit mulai berwarna ungu muda, dan angin sore meniup lembut rambut mereka. “Sekar,” ujar Bu Sri pelan, “Ibu dulu sering menulis surat untuk hari-hari yang tidak bisa Ibu ceritakan pada siapa pun. Kadang, menulis itu cara kita berbicara dengan Tuhan tanpa harus menatap langit.” Sekar memandang catatannya, lalu menatap Bu Sri. “Mungkin hari ini aku baru mengerti maksud Ibu.” Mereka terdiam sejenak, menikmati suara jangkrik dan aroma teh yang mulai dingin.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as seni menulis
Read
+Library
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

“Tulislah apapun yang kamu rasakan. Kamu bisa menulis banyak hal di buku ini. Bisa surat untuk dirimu sendiri, atau bisa kamu jadikan semacam diary. Kamu bisa tulis lirik lagu, puisi, dan banyak hal yang kamu suka. Kamu bisa tulis hal baik atau hal buruk. Luapkanlah semuanya yang kamu pikirkan atau rasakan. Tulislah semuanya sampai kamu merasa lebih baik,” All that bloodshed, crimson clover Sweet dream was over My hand was the one you reached for All throughout the Great War Always remember Tears on the letter I vowed not to cry anymore If we survived the Great War (Taylor Swift – The Great War) “Kamu katanya sibuk memancing?” tanya Vanika sambil berjalan menuju keluar taman. “Oh ya! Lain ka
105.7K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as seni menulis
Read
+Library
Selingkuh itu Ilmiah

Selingkuh itu Ilmiah

Ia menulis bab baru dalam “Buku yang Tidak Akan Diterbitkan.” Judulnya: “Ketika Ruang Sunyi Menjadi Ruang Belajar.” Dan kalimat pembukanya: “Aku tidak menulis untuk diterbitkan. Aku menulis agar aku tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan dalih bahwa aku sedang memperbaiki dunia, padahal aku bahkan belum membereskan isi kepalaku sendiri.”
922 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as seni menulis
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Seni adalah tentang memilih apa yang ingin kamu simpan. Pena kamu adalah kameraku yang lain. Tuliskan apa yang tidak bisa ditangkap oleh sensor kameraku: aromanya, bisikan anginnya, dan harapan di hati nenek itu." Malam itu, di bawah taburan bintang galaksi Bima Sakti yang terlihat jelas dari beranda penginapan, Lia mulai menulis lagi. Kali ini, tulisannya tidak lagi berusaha menjadi hebat. Tulisannya menjadi jujur. Bayangan di Balik Cahaya
902 viewsOngoingAdded to Library 34 Times as seni menulis
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Aku membuka buku harian kecil dan mulai menulis: “Aku pernah berpikir cinta akan hilang kalau dikhianati. Tapi ternyata cinta sejati justru tetap diam di tempat, menunggu kita kembali dalam versi yang lebih dewasa.” Dion membaca dari jauh, lalu tersenyum lemah. “Kamu masih suka nulis?” Aku menutup buku itu. “Iya. Dulu cuma buat ngeluh, sekarang buat bersyukur.”
819 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as seni menulis
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status