Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RESTU

RESTU

echan :> 2^In @ca_cangtip :> di 2^In itu sakit @go_dzilla :> HALLO CURUT CURUT UBAB NYA ZILLA @Al_oemah :> mw crht @go_dzilla :> jangan singkat singkat ih gue gak paham @ca_cangtip :> di 2in @Al_oemah :> gw mw crht klw td rmah gw d trr g tw sm spa udh gt aj @go_dzilla :> martin mana martin sini ambil nih human buat darah tinggi aja kerjaan nya kan udah di bilang jangan singkat typing
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai inum
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

"Ayo, Non." Arinda tersadar dari lamunannya. Dia kemudian mengikuti langkah Robin menaiki undakan tangga menuju pintu masuk mansion. Dia berdiri di sisi Robin yang baru saja selesai memencet bel. Tak butuh waktu lama pintu bercat putih di hadapannya terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yang Arinda perkirakan usianya di atas lima puluh tahun. Wanita itu pada awalnya terlihat kesal melihat Robin, tapi saat menangkap keberadaannya ekspresi wajah wanita itu seketika tersenyum cerah.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai inum
Baca
+Pustaka
FEMININ

FEMININ

Namun ia urungkan. Dengan langkah tertatih menuju tangga atas, terdengar sindiran dari Ina dan Sumi yang sedang membersihkan. "Makanya jadi perempuan biasa saja itu gak usah gaya" "Iya tuh berlagak jadi bos" Langkah Femi sempat terhenti, tapi dia lanjutkan lagi perjalanannya. Toh percuma, mau sebaik apapun dirinya, jika dibenci. Yah tetap tidak akan disuka.
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai inum
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Rimba hanya menggeleng sambil memasukan sesendok soto ke mulutnya. "Aduhhh, kudet amat sih lo," cecar Gina. "Oja itu cowok populer,siswa terpintar sesekolah, anak olim. Dia juga presdir Veritas." Rimba tiba-tiba tersedak, Gina dengan sigap membantu sahabatnya itu minum sebotol air putih yang dibawa dari rumah. "Apa kata lo? Presdir Veritas?" tanya Rimba menegaskan, setelah ia kembali tenang.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai inum
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai inum
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai inum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status