Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Penjual Pecel, Sukses jadi Miliarder

Gadis Penjual Pecel, Sukses jadi Miliarder

ujar bu Tuti, tersenyum. "Ooh, jadi rumah itu sudah bisa di tempati ya?" tanya Bimo tampak antusias, karena ia juga sudah tahu, tentang pembelian rumah itu, dari Kanaya. "Iya Nak, gimana..bisa kan?" tanya bu Tuti, tampak begitu berharap. Bimo tersenyum lebar, kemudian mengangguk. "Baiklah Bu, nanti biar Bimo sampaikan kepada Papa dan Mama." jawab Bimo.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
OUCH IT'S YOU

OUCH IT'S YOU

tawaku hampir meledak mendengar jawaban Ben yang kurang ajar. “Oke. Thank you ya,” ucap Rumi pasrah. “You’re welcome, man.” Responnya sambil mengangguk paham, lalu menatapku. “Tuh denger Nat. Gombalnya nanti ya. Sabar,” sambungnya sambil mengelus ubun-ubunku. Emang cuma Ben kayaknya sejauh ini yang bisa buat aku kehabisan kata-kata, saat pria lain doyan banget mancing dan ladenin semua debat-debat juga nyolot-nyolotku.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
BARA CINTA TERLARANG

BARA CINTA TERLARANG

Batinku. Teringat pecakapan Oom Bimo dan Oom Bulus di ruang kerja Oom Bimo“ Who are you going to sell?” lalu “ How about our agreement?” Bunyi ponsel Oom Bimo berbunyi, Oom Bimo melihat sekilas lalu tersenyum“ Wow ! Thanks a lot.” Apakah percakapan mereka karena Oom Bulus berhasil mendapatkan keperawananku? Batinku. Aku menangis tersedu-sedu, berteriak “Sialan ! Brengsek !” sambil menepuk-nepuk dadaku.
95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Aku langsung ke nomor almarhumah ibu dewan. Aku coba mulai dari awal, aku sangatlah terkejut, chat pertama kebi dari setahun yang lalu. Ya, ampun, berarti Bang Parlin sudah chat-an sejak lama. Bahasa yang sangat aneh, semua penuh perumpamaan, limousin betina, gembala idaman, monyet lapar, kadal lumpur. Berbagai macam perumpamaan, aku sangat kesulitan untuk mengartikan.
9.8582.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.4K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
KAKEK TUA itu SUAMIKU

KAKEK TUA itu SUAMIKU

Pantes aja ini lebih serem daripada hantu. Sebenarnya males banget kalau udah nyebut Bude Ratmi, tapi demi Ibu ya mau nggak mau deh. "Assalamualaikum, Bude Ratmi," ucapku begitu sampai di depan rumah. "Eh kalian, tumben? Mau ngutang ya?" jawab Bude Ratmi ketus. "Nah kan, pulang aja yuks Bu, nggak usah jadi kasih oleh-olehnya!"
9.720.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Teka-Teki yang Disembunyikan Istriku

Teka-Teki yang Disembunyikan Istriku

Aku memerintahkan ibu tetap angkat telepon dari Bulek Marni. Kemudian, jari telunjuk ibu mengusap layar dan tombol warna hijau pertanda mengangkat telepon, tapi kali ini ia mengaktifkan speakernya supaya aku bisa dengar langsung. "Halo," ucap ibu setengah malas. "Halo, Mbak," jawab Bulek Marni. "Ada apa?" Ibu bertanya meskipun agak ketus. "Mbak, rumah Mbak Sani akan aku balikin lagi, pembelinya sudah bersedia membeli rumah yang kutempati," jelas Bulek Marni.
35.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Suamiku Menghilang Setiap Malam

Suamiku Menghilang Setiap Malam

Suamiku Menghilang Setiap Malam Bab 12 : Sendiri di Rumah Aku tak jadi membalas pesan Bianca, tapi melakukan panggilan video saja, biar lebih enak ngobrolnya. “Bi, kamu lagi di mana?” tanyaku saat panggilan telah tersambung kepada temanku dengan rambut potongan bob itu. “Lagi di rumah, kamu udah baca chat dari aku ‘kan? Kalau kamu merasa tak mau percaya, nggak apa-apa kok,” jawabnya.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Mertua Benalu Di Rumahku

Mertua Benalu Di Rumahku

Dia sama sekali tidak memakai otaknya saat berbicara. "Oh ya. Dari mana kamu dapat dalil kalau harta istri ada hak suami di dalamnya. Makanya ngaji, Mas. Nggak ada hak suami di hartanya istri. Yang ada malah sebaliknya," sanggah aku cepat. "Aku tidak peduli. Yang intinya kamu tidak bisa mengusir Ibuku dari rumah ini," jawab Mas Dito yang membuat emosiku semakin memuncak.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
KUSINGKIRKAN MADUKU DENGAN ELEGAN

KUSINGKIRKAN MADUKU DENGAN ELEGAN

ucapku setelahmmmmmmmm "Wa'alaikumsalam, Lang. Iya ini ibu mau ngomong serius sama kamu. Kalau di rumah kan nggak enak sama istrimu. Yang ada nanti dia ngedumel nggak jelas," jawab ibu kemudian.
1084.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Pria Perkasa Penakluk Wanita

Pria Perkasa Penakluk Wanita

"Kamu pikir begitu saja masalah ini bisa diselesaikan dengan obrolan? Aku sudah capek, Rangga. Aku ingin ini terjadi." Sementara itu, suara Cya semakin keras. "Bu Rum, ada apa? Kenapa pintu gak dibukakan. Aku dengar suaramu, loh." Bu Rum berbalik ke arah pintu, mencoba tersenyum. "Tidak apa-apa, Cya. Hanya urusan sepele. Kamu tak perlu khawatir." Bu Rum segera membuka pintu rumah.
9.479.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status