Menikahi Ayah Tunanganku
Tatapannya beralih ke kancing blouse Celina yang terlepas, lalu kembali ke wajahnya dengan senyum miring.
“Dari luar, kau memang terlihat seperti seorang ratu. Pemilik dan pewaris Heatrix. Wanita yang tak tersentuh,” lanjut Irene pelan, suaranya menusuk. “Tapi kenyataannya…” ia mendekat sedikit lagi, berbisik nyaris di telinga Celina, “kau bahkan tak lebih dari mainan yang bisa dipanggil kapan saja, dasar jalang sialan.”
Celina memejamkan mata sekejap. Hanya satu detik. Lalu saat terbuka kembali, tatapannya berubah—lebih dingin, lebih terkontrol.