Pernikahan Kontrak dengan Presdir Tampan
Arandita terisak membuat Bastian langsung mengusap-usap punggung sang istri.
"Kenapa kau malah menangis?" Bastian menangkup wajah sang istri dan menatapnya lamat-lamat.
"Aku pikir mendapatkan cintamu hanya mimpi, nyatanya–"
"Sst! Ini bukan mimpi Sayang, ini kenyataannya. Aku telah mencintai istriku sendiri, tidak salah, bukan?"
"Tidak ada yang salah Mas, aku akui, aku juga mencintaimu, tapi–"