Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kontrak Pria Kaya

Istri Kontrak Pria Kaya

sapa pramusaji dengan senyuman semringah ketika satu perempuan datang. Jira tersenyum tipis menatap menu yang berderet. “Teriyaki salmon dan air mineral.” “Baik! Silakan ditunggu pesanannya.” Ada counter table yang berderet di sana, Jira memutuskan menunggu di situ. Mengamati interior restoran yang begitu kental dengan budaya Jepang, bahkan beberapa koki yang dia lihat memang asli dari Jepang. Ini pertama kalinya Jira ke sini dan dia cukup kagum. Meski terlihat tradisional dan tidak besar, tapi hawa di sini cukup membuatnya nyaman. Aroma melati yang bercampur kayu mahoni disertai lampu-lampu menggantung, ditambah aroma masakan dari dapur koki yang menyengat. Sebenarnya secara random aja Jir
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai japan style art
Baca
+Pustaka
On CEO's Bed

On CEO's Bed

Galeri pribadi Himura juga berupa rumah tradisional Jepang yang disebut Minka. Halaman yang luas dihiasi bonsai-bonsai cantik dengan kelap-kelip lampu yang menggantung di atas kepala. Mushiko Mado atau pintu geser khas Jepang dibiarkan terbuka. Tatami digelar di setiap ruangan. Meja-meja berjajar rapi dilengkapi Zabuton sebagai alas duduk. Selain galeri lukisan, Hiburan juga mempunyai Tokonama, ruangan yang diisi khusus dengan benda-benda Artistik yang malam ini juga dipamerkan. Assa mengamati benda-benda di ruangan tersebut. Sepertinya didapatkan dari pelelangan. “Apa ada yang menarik hati Anda, Tuan?” tanya Jessica.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai japan style art
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Selain Genkan dan Washitsu, terdapat elemen lainnya yang melengkapi rumah indah ini, yakni Tatami, Engawa, Tokonama, dan Byobu. Sementara itu, ornamen dan lukisan khas Jepang turut memperindah suasana di dalam rumah. Wajar saja kalau Musashi sangat betah tinggal di sini sendirian. Sambil menikmati minumannya, Musashi pun bercerita. “Hanz, aku tahu bahwa Orochi punya maksud dan tujuan tidak bagus. Jika kau tanyakan pada diriku, apakah aku suka dengan Sakura? Jawabannya, mungkin bisa saja aku suka, tapi selamanya aku tidak akan pernah bisa menjadi suaminya.”
9.938.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 776 kali sebagai japan style art
Baca
+Pustaka
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

"Kael, lo kan sering ikut kompetisi internasional. Lo pasti tahu gimana cara ngadepin audiens luar negeri. Kasih tau kita dong." Kael menatap Jihan sejenak, lalu beralih ke cello tua milik Baskara. "Di Jepang, seni adalah bentuk meditasi. Kalau kalian main dengan emosi yang meledak-ledak tanpa kontrol, mereka bakal anggap kalian amatir. Kalian harus belajar gimana caranya bikin transisi antara piano dan basket itu kerasa halus, kayak aliran air, bukan kayak tawuran di pasar." "Aliran air, ya?" Jagad menggumam, seolah sedang membayangkan gerakan basketnya dalam bentuk yang berbeda.
943 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai japan style art
Baca
+Pustaka
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

suara Sophia mengejek, penuh ironi yang memotong seperti silet. "Tolong katakan padaku, ini desain apa? Mengapa aku merasa semua tatanan bunga ini kacau balau, seperti karangan bunga pemakaman murah?" Jessica menggigit bibir, berusaha menahan amarahnya. "Ini adalah teknik Ikebana, seni merangkai bunga ala Jepang. Pengajarnya adalah seorang warga kampungku yang pernah bekerja di Jepang. Ini populer di sana," katanya, mencoba mempertahankan martabatnya di tengah tekanan yang semakin memalukan.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai japan style art
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status