Sekretarisku Jilbaber
Gendhis tersipu-sipu, wajahnya bersemu merah, ia menunduk malu.
"Tapi jika sedang bersamaku, jika sedang di luar cantik pakai jilbab," lanjut Farid lagi. Dengar perlahan Gendhis membuka jilbabnya. rambut sebahu yang ia kuncir menjuntai jatuh di pipinya menutupi wajah.
"Kemari lah duduk bersamaku,." Farid menepuk ranjang yang tepat berada di sampingnya. Gendhis tak menolak, kemudian ia duduk tepat di samping Farid.