Dream first class
Berusaha mati-matian untuk tidak mengulang reka adegan dalam memori beberapa saat yang lalu untuk menghindari ‘kebawa perasaan,’ yang tidak jelas lagi.
Hening, tubuhku menyamping, memeluk guling dan mematikan lampu. Mencoba memejamkan mata namun nerakanya adalah: aku tidak dapat terlelap barang sedetikpun. Lama-kelamaan aku jadi lelah sendiri. Jadi, dengan mengumpulkan sisa-sisa energi, aku bangkit untuk mengambil ponsel yang sedang ter-charging di soket bawah meja dan kembali menghempaskan diri di atas kasur. Terlentang menghadap langit-langit kamar, akses internet mulai membawaku berselancar ke berbagai belahan dunia. dari mulai G****e, I*******m, twiter, w******p, sampai line, semua kujel
Bab Populer