Sentuhan Adik Sahabatku
Baru beberapa langkah menuju lift, seseorang berdiri di depannya.
“Jen...”
Jennar mengangkat wajahnya, itu Daniel.
“Hai, Mas,” sapanya singkat.
“Kamu mau ke mana?” tanya Daniel dengan ragu.
“Balik ke lantai aku,” jawab Jennar datar.
“Kamu resign?”
Jennar mengangguk sekali. “Iya.”
Daniel menarik napas panjang, wajahnya menunjukkan beban. “Jen... aku sama Kinanti sudah putus. Dia selingkuh sama te—”