Jodoh Di Tangan Papa
Sekertarisnya yang bernama Nufaira telah masuk ke dalam kabin pesawat untuk membawakan tas Kama yang berisi berkas dan Macbook.
“Selamat siang Tuan Kama, meeting siang ini akan diadakan di kantor dan semua telah siap ... Nona Kalila dijadwalkan akan ikut meeting dalam sambungan teleconference, beliau masih berada di Ho Chi Minh, ada kendala mengenai proyek di sana tapi telah teratasi.” Nufaira memberi informasi, formal seperti biasa.
Nufaira tidak bisa untuk tidak melirik sekilas ke arah Arsha yang sedang meregangkan tubuhnya, kemudian bertanya-tanya siapa perempuan berpakaian tidak sopan yang ikut bersama Bosnya dari Indonesia.