Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
Tindakannya yang terlalu perhatian itu jelas mengundang bisikan dari pengunjung lain.
Aku hanya bisa menghela napas, menahan rasa malu yang membakar telinga.
Setelah puas berbelanja, aku mengira kami akan langsung pulang.
Namun, dugaanku salah besar.
Nikita justru membawaku ke sebuah salon kelas atas, tempat yang sama saat dia me-make over aku pertama kali.
"Tolong rapikan rambutnya, buat dia terlihat segar tapi tetap maskulin. Dan berikan perawatan wajah terbaik," perintah Nikita pada kapster salon tersebut.