CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku
“Tokoh cowokmu masih naik turun, nggak konsisten. Si Gio ini kadang kelewat jinak, kadang kelewat liar. Padahal karakterisasi yang kamu bikin buat tokohmu adalah cool dan berprinsip.”
Arvin berkata serius. “Kalau terlalu berprinsip, sisi liarnya susah dibuka, Gis. Tokohmu nggak punya sisi liar, pembaca bisa bosan. Perempuan suka sesuatu yang bikin jantung ngeri-ngeri sedap.”
Gista melongo. Gaya Arvin berbeda jauh dengan Lola. Saat tatapan mereka bertemu, batin Gista mencelos.