Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Remember When

Remember When

Gitapuccino
"Give me one more chances, Via," kata Dante sembari menatap manik mata Olivia. "Nggak bisa, Dante. Aku nggak bisa," sahut Olivia bersikukuh. "Kenapa? Paling nggak kasih aku alasannya," desak Dante lagi. Olivia menggeleng. Merasa sia-sia saja jika ia memberikan alasannya. "Kalau begitu akan kucari sendiri jawabannya," tukas Dante menyudahinya. Manis. Bibir yang mengecup Olivia masih sama seperti lima tahun yang lalu. Manis dan akan selalu manis sampai kapanpun. Seperti kenangannya bersama Dante. Perpisahan Olivia dengan Dante bukanlah lelucon opera sabun yang selalu berseliweran di layar kaca. Ada satu alasan yang membuat Olivia nekat mengambil keputusan itu. Suatu rahasia yang sengaja Olivia sembunyikan sejak lama. Suatu rahasia dibalik kepergiannya.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
PESONA KAKA IPAR

PESONA KAKA IPAR

“Dia bukan sekadar kakak ipar…” Langkahnya tenang, tatapannya penuh percaya diri. Selalu datang dengan senyum tipis yang bikin dunia tiba-tiba jadi sunyi. Bicaranya santai, tapi setiap kata bisa bikin dada bergetar.   Di balik sosok dewasa dan bertanggung jawab, ada sisi hangat yang diam-diam membuat nyaman. Dia tahu kapan harus bercanda, kapan harus serius — dan entah kenapa, selalu berhasil bikin kamu merasa dilihat… lebih dari sekadar adik.   Dia tidak pernah menggoda dengan kata-kata. Tapi cara dia memanggil namamu… cara dia menepuk kepala saat kamu sedang lelah… cara dia menyapamu lebih dulu sebelum menyapa istrinya — itu semua cukup untuk membuat imanmu goyah.   Karena kadang, godaan terbesar… datang dari yang tidak pernah berniat menggoda.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Genap 100 kali

Genap 100 kali

Setiap suamiku pergi menemani teman wanita masa kecilnya yang mengidap penyakit kronis, dia secara tidak langsung selalu bertanya dengan maksud apakah aku bersedia bercerai. Itu karena keinginan terakhir temannya tersebut adalah ingin menjadi seorang istri sebelum meninggal. Hari ini, lagi-lagi suamiku memberi isyarat semacam itu. Aku tidak menangis, tidak marah, yang keluar dari mulutku hanyalah nada tenang, menjawab dengan kata, “Baiklah.” Karena percakapan tentang hal ini sudah disinggung sebanyak 99 kali. Dan hari ini adalah yang ke-100 kalinya. Aku akhirnya juga menemukan alasan dan mendapatkan keyakinan untuk bercerai. Bayi kita ... sudah keguguran. Sekarang, dalam hubunganku dengan dia, hanya tersisa dua lembar tipis dari akta nikah.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Dekapan Tuan Mafia

Dekapan Tuan Mafia

Bagi ayahnya, Jolina Roberson hanyalah koin taruhan untuk melunasi hutang judi. Namun bagi Felix Wesley, Jolina adalah mangsa yang sudah lama ia incar untuk sebuah balas dendam yang manis. Hanya dalam semalam, Jolina resmi menjadi milik sang penguasa bawah tanah yang paling kejam. Felix posesif, agresif, dan tidak mengenal kata "tidak". Di balik kemewahan mansion yang melindunginya, Jolina menyadari bahwa ia bukan sekadar istri, melainkan tawanan obsesi. Saat musuh mulai mengepung dan rahasia masa lalu terkuak, Jolina harus memilih. Lari dari neraka yang diciptakan Felix, atau tetap tinggal dalam dekapan maut sang Mafia yang perlahan mulai mencuri hatinya. "Kau adalah milikku, Jolina. Di ranjangku, atau di liang lahatku."
10703 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta

Hasrat Cinta

Nrlatifah
Orang yang paling dekat dengan kita adalah orang yang paling berpotensi untuk menyakiti dan menghancurkan perasaan kita. "Merangkul, lalu menusuk." Itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana kondisi Ella saat ini. Seorang perempuan yang dianggapnya sebagai seorang sahabat, dengan tega menghancurkan hidupnya hanya karena perasaan iri atas semua kebahagiaan yang Ella miliki. Alena—sahabatnya—berjanji tidak akan pernah membuat Ella melihat titik kebahagiaan. Setelah menjadi penyebab kematian ayah Ella. Kini, Alena berniat untuk merebut Lias—kekasih Ella—bagaimanapun caranya. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Ella berhasil bebas dari semua rencana busuk Alena? Ataukah mungkin dia benar-benar tidak akan pernah melihat kebahagiaan sesuai janji perempuan itu.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Luka Yang Tak Pernah Selesai

Luka Yang Tak Pernah Selesai

Lima tahun lalu, Nira pergi meninggalkan Raka tanpa sempat menjelaskan alasan sebenarnya. Waktu membuat mereka berubah—Nira kini wanita mandiri yang bekerja keras, sementara Raka menjadi sosok dingin dan berkuasa di perusahaan besar. Takdir mempertemukan mereka kembali, bukan sebagai sepasang kekasih, melainkan sebagai bawahan dan atasan. Setiap tatapan membawa kenangan lama, setiap kata menyinggung luka yang belum sembuh. Nira berusaha tetap profesional, tapi hatinya tahu… perasaannya pada Raka tak pernah benar-benar hilang. Namun, masa lalu yang mereka tinggalkan menyimpan rahasia besar—sebuah alasan yang dulu memaksa Nira pergi. Dan kali ini, ketika semuanya terungkap, mereka harus memilih: menyembuhkan luka bersama, atau kembali hancur untuk yang kedua kalinya.
10765 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Suamiku Mencintai Wanita Lain

Suamiku Mencintai Wanita Lain

"Apa kau mencintai aku? Bagaimana dengan Yuni?" Abizhar tak langsung menyahut. Diamnya untuk sesaat sudah menjadi jawaban yang jelas bagi Shelina. "Aku.. Tentu aku mencintaimu, tapi soal Yuni... Keadaannya rumit. Aku harus tahu keadaannya bagaimana, apakah dia masih membutuhkan aku..," kata Abizhar terdengar kikuk. "Kau harus mengerti aku, Shelina." "Baru kusadari akulah duri dalam hubungan kalian," sahut Shelina pilu. "Aku tidak mau lagi memaksamu untuk mencintai aku. Sekarang Yuni lebih membutuhkanmu daripada aku." Demi sebuah tanah dan jabatan, Abizhar rela mengorbankan kebebasannya dengan menikahi Shelina yang terobsesi padanya. Akankah dia mencintai istrinya? Atau dia kembali pada mantan kekasihnya yang juga simpanannya selama dia menjadi suami Shelina?
9.228.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Aku Hanya Ibu Untuk Anak-Anakmu Bukan Istrimu

Aku Hanya Ibu Untuk Anak-Anakmu Bukan Istrimu

Arachis Verania Ve
Impoten! Satu kata yang membuat seluruh dunia Maikana runtuh seketika. Dia baru mengerti kenapa Akhtar yang selama ini sangat mencintainya, tiba-tiba menjauhi dan membatalkan rencana pernikahan yang sudah mereka sepakati. Tetapi dia tidak mau menyerah begitu saja, bagi Maikana Akhtar adalah segalanya. Dialah orang yang telah membuat hidup yang awalnya hancur menjadi hidup yang penuh kebahagiaan. Ditambah lagi dua gadis kembar duda baik hati itu telah membuatnya jatuh hati. Bahkan keduanya tidak mau berpisah dengan Maikana seakan dialah wanita yang melahirkan mereka. Akan tetapi, Akhtar tetap ingin memutuskan hubungan mereka dan meminta Maikana menikah dengan laki-laki yang dijodohkan ayah perempuan itu. Meski itu berarti mereka sama-sama hancur.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu

Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu

Pada hari ulang tahun pernikahan kami yang kelima, aku menemukan sebuah ponsel lama di dalam brankas Raditya. Kata sandinya adalah tanggal lahir cinta pertamanya. Di dalamnya tersimpan semua kenangan manis masa lalu mereka. Sementara di album fotonya yang sekarang, bahkan tidak ada fotoku satu pun. "Aliyah, memangnya menarik mengintip privasi orang lain?" Aku menoleh menatap pria yang berdiri di luar pintu. Aku tidak bertengkar dan tidak membuat keributan. Aku hanya berkata dengan tenang, "Kita cerai saja." Raditya memformat ponsel itu tepat di hadapanku, ekspresinya dingin hingga tak terbaca emosi apa pun. "Sekarang sudah cukup?" tanyanya padaku. "Masih mau cerai?" Aku mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Ya."
14.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai kata kata saling memaafkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3637383940
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status