Ketika Mas Gagah Tiba
Bu Hamidah duduk di kursi meja makan, menemaniku mencuci piring.
“Kamu sudah pacaran lama sama Nata?” tanyanya memulai obrolan.
“Kami tidak pacaran, Bu. Tiba-tiba Mas Nata ngajak nikah aja.”
“Kalian satu SD, kan?”
“Iya, kami satu SD.”
“Katanya dia pernah janji, dulu mau menikahimu.”
“Dulu saat kelulusan pernah pesen jangan nikah sama orang lain, aku pikir bercanda. Ternyata beneran.”