Asisten Tuan Angkuh
sahut Nathan menolak pergi,
"Baiklah, akan ku temani. Tapi setelah itu aku harus pamit untuk mengecek beberapa tempat--oke?"
"Hm," angguk Nathan setuju, tak berusaha menepis lengan tanpa kain yang menggenggamnya dengan sangat erat.
Mereka berdua kembali berjalan menyusuri tempat berhias lukisan serta meja pajang berisi karya seni lain. Mau tidak mau kedua manik hitam Nathan dipergunakan untuk memandang satu persatu lukisan,
Pria itu tau bahwa dirinya tak pernah tertarik dengan hal semacam seni bahkan tidak berkeinginan untuk mempelajari. Namun siapa sangka salah satu gambar telah berhasil menarik perhatiannya,
Hot Chapters