Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

seraya menunjukan buku di tangan. "Oh ....!" "Ada apa Dek?" "Ada pak Abdul di bawah tu. Sudah nunggu dari tadi." "Iya dek. Tunggu sebentar." Aku segera turun kembali untuk membuatkan minuman, udara yang dingin seperti saat ini enaknya minum yang hangat-hangat seperti wedang jahe. Selain sehat untuk badan juga mampu menghilangkan bebagai macam penyakit seperti masuk angin, mual, pusing dan masih banyak lagi.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Keluarga Yang Terabaikan

Keluarga Yang Terabaikan

Bujukku lalu membantu Melati duduk bersandar di dinding. "Mulutku pahit Bu. Tenggorokanku juga sakit." Keluh Melati dengan suara yang masih serak seperti tadi. "Waktu minum air tadi sakit juga apa nggak?" Melati menganggukan kepalanya. Perasaanku jadi semakin tidak enak. "Ya sudah Ibu belikan bubur di luar dulu sama beli obat penurun panas di warung." Pirng itu aku bawa kelur lalu di letakan di meja tengah.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Fantasi Baru Suamiku

Fantasi Baru Suamiku

Ia tatap sang mertua yang hanya bisa mengelus dada, mencoba sabar meski dikatai buta oleh menantu sendiri. “Oke, terus bagaimana kamu menjelaskan soal obat penurun panas yang masih lengkap? Kamu bilang sama Alan kalau kamu sudah kasi minum Rio obat penurun panas. Mana buktinya?” Lastri diam, tidak bisa menjawab. Sudut matanya gemetar karena panik tidak menemukan jawaban yang tepat. “Kenapa diam? Nggak bisa jawab, kan?” “Saya beli obat di warung, Bu. Karena nggak tahu tempat penyimpanan obatnya Rio…”
1018.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Kerah Baju Bernoda Merah

Kerah Baju Bernoda Merah

Memejamkan mata diiringi keringat dingin membasahi seluruh tubuh. "Sayang, kamu kenapa menggigil? Kamu sakit?" tanya Adi panik berjalan cepat turun dari tangga.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

Keringat dingin tak henti keluar dari pori-pori kulitnya. "Bu, sampean kenapa toh? Sejak pulang dari warung semalam, sampean kok jadi gemetaran begini? Sampean habis lihat demit?" tanya Pak Joko. "I-ibu ndak apa-apa, Pak. Benar, Ibu ndak apa-apa. Ini cuma demam biasa, besok juga sembuh," sahut Bu Jamila dari balik selimutnya.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang

Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang

Cocok untuk menghilangkan lelah setelah perjalanan panjang. Ia makan dengan perlahan, menikmati setiap gigitan. Tidak terburu-buru. Tidak ada yang mengganggu. Lalu, tiba-tiba, suhu di dalam warung turun drastis. Rong Tian merasakan perubahan itu dengan jelas. Napasnya keluar seperti kabut putih. Jari-jarinya yang memegang sumpit terasa sedikit kaku karena dingin. Bahkan api di tungku batu di pojok tampak bergetar, seolah terhembus angin dingin yang tidak terlihat.
9.720.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Alam. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam Atas, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Jimmy Chuu
Meskipun membaca buku ini bisa menjadi buku mandiri, namun Lore dari kisah : Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang adalah : 1. Warisan Artefak Kuno 2. Pewaris Kultivasi Iblis - Raja Kelelawar Hitam 3. Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang
Baca Semua Ulasan
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

tanyaku saat aku sudah berada di dekat mereka. "Wah, aku enggak tau, Ris," jawab Mas Gilang seraya mengendikkan bahunya. "Mas, aku bisa minta tolong enggak? Tolong ke apotik untuk belikan obat turun panas," pintaku memelas. "Hm, baiklah Ris, biar aku belikan," jawabnya. Aku segera menyodorkan uang kepadanya untuk membeli obat. Namun tangannya malah menepis uluran tanganku.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

Masa ia kena iler doang, sama hawa selangkan gue langsung TBC, ha ha ha ha Narsih bersorak dalam hatinya. "Giyem...huk...huk, air uhuk..panas mana uhuk...sa..huuk!" "Sebentar saya masak dulu, Nya. Dispensernya rusak, jadi ga ada air panas," sahut Narsih sambil masuk ke dapur, memasak sedikit air untuk Jelita. Untuk menghilangkan rasa gatal ditenggorokannya, Jelita meminum air dingin yang ada di dalam lemari es. Bukannya hilang, tenggorokannya malah semakim gatal. Tanpa sepengetahuan Jelita, yang sibuk merejan karena batuk, Giyem, eh...Narsih kembali meludahi gelas air putih hangat untuk jelita. Kemudian dicampur dengan air dingin yang ada di dalam kulkas.
9.9169.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Rasa hangat dari Huang Qi dan jahe kering yang diracik Tabib Xu mulai menjalar, melawan racun dingin yang membekukan aliran darahnya. Di sudut lain, Tabib Xu juga meminumkan obat pada seorang pemuda yang mengigau. Gerakan mereka bertiga, di tengah wabah yang mematikan, menjadi satu-satunya kehidupan yang menerangi Desa Lu sore itu. ***
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU

DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU

Menyelinap ke luar dan menyusul ke kamar tamu di mana pintunya dibiarkan terbuka lebar. "Sekarang kamu pasang kompres instannya. Habis itu, beri obat penurun demam. Jangan anggap sepele obat-obatan di rumah ini. Semua obat yang tersedia adalah obat mahal dan dijamin ampuh untuk penanganan pertama," cerocos Bang Fahad yang berdiri di dekat meja nakas. Sedangkan Rakana terlihat berjongkok karena harus mengurusi Faula yang memang tampak menggigil.
9.998.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai obat panas dingin menggigil di warung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status