Kau Adalah Obatku
Jantungku berdebar kencang, bagian bawahku sudah hampir basah kuyup.
Aku bahkan bisa merasakan basahnya mengalir di paha bagian dalamku, sebuah pemandangan yang cukup erotisme.
Dimas tiba-tiba berhenti, seolah menggodaku.
Kenikmatan yang tiba-tiba terhenti itu hampir membuatku menangis.
"Katakan, kamu mau." Dimas adalah penggoda alami, dengan sabar dan lihai membujukku.
Aku seperti boneka, tak bisa berpikir, yang dimanipulasi sesuka hati Dimas.