Kau yang Diantaranya
Aiza ingin tertawa, dia mengusirnya seperti bocah yang tak ingin diajak bermain.
"Hehe, atuda geus lila euweuh nu bisa diajak nyarita. Bae atuh urang cumarita heula saeutik, nya?" (Hehe, soalnya sudah lama gak ada yang bisa diajak cerita. Gak apa-apa dong saya cerita dulu sedikit ya?) Pinta hantu pocong itu. Aiza terdistraksi sesaat, mungkin mereka hanya ingin mengulang aktifitas sederhana selama hidupnya dulu. Sedih juga ya ketika sudah mati, ternyata masih dihantui rasa sakit, kehilangan, bahkan penyesalan selama masih hidup dulu. Tapi cerita ini akan menjadi panjang kalau Aiza, tidak menyelesaikan permasalahan sobatnya itu secepatnya.[]
Chapitres populaires