Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkur Pora

Sangkur Pora

"Aku kangen banget sama Mas." "Mas juga kangen sama Adek." Mas Adry mengecup lembut keningku. Ia kemudian berjongkok lalu mengecup perutku, "Papa juga kangen sama Dede Utun. Makasih ya De, udah jagain Mama." "Selamat ulang tahun yang ke dua puluh enam ya Mas walaupun masih dua hari lagi," ujarku terkekeh. Ulang tahunku dan Mas Adry hanya selisih dua hari. Sedangkan umur kami selisih dua tahun.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai keduten paha kanan
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

tanya Keenan yang masih speechless. “Kalau aku bercanda, aku gak mungkin tau kejadian masa laluku sendiri, apalagi sampai bawa-bawa nama Kak Kenzo.” Natashya mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah gelang. Gelang yang tak asing bagi Keenan. Gelang hitam yang terdapat koordinat 19°53' N dan 155°34' W. Koordinat Hawaii lebih tepatnya. “A-ah itu? Jangan-jangan lo yang ngasih waktu di backstage konser piano gue?” Keenan juga mengeluarkan gelang itu dari sakunya. Ia selalu membawa kemana-mana gelang itu walau tidak selalu dipakai.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai keduten paha kanan
Baca
+Pustaka
Kutukan Putri Pulau Cinta

Kutukan Putri Pulau Cinta

Aroma aftershave Kenzo—kayu cedar segar dan maskulin—bercampur dengan cendana Hanna, menciptakan kabut yang bikin kepala ringan, tubuh ingin lebih dekat, lebih dalam. Hanna merasakan sesuatu yang berbeda: otot Kenzo keras tapi responsif, setiap kali jarinya menekan, dia bisa rasain denyut halus di bawah kulit—seperti tubuh ini haus disentuh tapi belum pernah benar-benar dirasakan dengan sabar.
536 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai keduten paha kanan
Baca
+Pustaka
Jeratan Panas Tuan Pavel

Jeratan Panas Tuan Pavel

Barulah mata Pavel menangkap warna gelap karena basah dari tengah-tengah kain tipis di pangkal paha Aleena. "Sial, kau sangat responsif, meski mulutmu menolak." Pavel menggerutu dengan suara serak setelah melepaskan tautan bibirnya pada Aleena. Kemudian, dia merobek celana dalam gadis itu dalam satu tarikan, demi menghilangkan penghalang. "Aroma nektar yang memabukkan, sayang. Aku yakin, cairan itu pasti sangat manis. Lihatlah, seberapa jauh kau menolak, tubuhmu merespon cukup baik. Seperti pelacur sedang birahi."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai keduten paha kanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status