Rayuan Maut Para Tetanggaku
"Ini air apa, Sar?"
"Itu godokan akar alang-alang sama sedikit madu hutan. Kata Kakek, biar hawa panas di badan Mas cepat turun. Mas ini badannya panas sekali, kayak orang lagi demam tinggi tapi nggak berkeringat," jelas Sari sambil menyodorkan gelas itu ke bibirku.
Aku meminumnya perlahan. Rasanya aneh, ada pahit yang tajam tapi diakhiri dengan rasa manis yang menenangkan. Saat Sari memegang gelas itu, jarinya sempat bersentuhan dengan tanganku.