Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di mana mereka akan menghadapi sesuatu yang tidak bisa dihancurkan—sesuatu yang hanya bisa dilawan dengan pengorbanan. Namun, kegelapan itu sudah menunggu. Dan ia tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja. Sejak rumah itu runtuh, desa kembali terasa damai. Bima, Sinta, Arif, dan Lila berangsur-angsur pulih meski mereka tak pernah menceritakan sepenuhnya apa yang mereka alami di dalam cermin. Hanya ada satu hal yang mereka sepakati: ada sesuatu yang sangat gelap dan jahat di sana, sesuatu yang mereka tak ingin ingat.
882 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Akibat Satu Malam dengan Tuan Muda

Akibat Satu Malam dengan Tuan Muda

Malam itu, Shena sangat menyesali tawarannya yang dia katakan pada sang suami. Tengah malam, langit tampak sangat gelap. Udara sekitar berubah berat, seolah hujan siap akan turun. Di perumahan kumuh pinggiran kota, seseorang mengenakan tudung berjalan dengan langkah terburu. Sesekali tatapannya melirik ke belakang, ke kiri dan kanan demi memastikan keamanan. Setelah lama berjalan, dia pergi menuju ke salah satu rumah reyot yang tampak tak layak huni, membuka pintu berkarat itu, dan menutupnya kembali pelan sekali. "Kau dari mana saja?!"
109.4K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

Empat Belas Kilometer (tiga) Liku-liku menjadi setrika jalanan(karena setiap hari melewati jalan yang sama hingga disebut setrika jalanan) banyak banget suka dan dukanya meski baru tiga tahun berjalan. Suatu malam, aku pulang sendirian. Pulang malam karena kelas berakhir jam 18.45. Otomastis matahari sudah kembali ke peraduannya.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

Ini ditakdirkan menjadi malam yang tidak biasa. Di kaki gunung, seorang pemuda yang mengenakan setelan siluman hitam dan sarung tangan tokek mengeluarkan kail sebelum melemparkannya ke tebing. Kemudian, seperti hantu, Sosok itu mulai berlari kencang di tebing. Pemuda itu bergumam, "Kenapa aku membutuhkan Tiga Belas Kecil untuk ikut bersamaku saat aku akan pergi ke Hari Kiamat untuk mencuri harta karun? Terkadang wanita bisa sangat merepotkan."
9.43.0M viewsCompletedAdded to Library 87.0K Times as pejuang sepertiga malam
Show Reviews (884)
Read
+Library
Syadia Lydia Kurui
Ada kalahnya cerita ini mendatar..tapi Ada kalaNya sangat membuat pembaca berimosi..mengikut rentak cerita.. saya suka membacanya..walaupun cerita terkadang rumit untuk saya fahami bahasanya.. cerita Yang sangat panjang..tapi best......️...️...️ apakah cerita ini Akan Di nasihatkan?
Lia Wu
pengen baca tapi bab nya buanyak banget, udah mager duluan takut muter muter banyak drama,,, tang udah baca spill donk, didalamnya ada 2 cerita atau cuma 1, biasanya kan nyambung sama kisah percintaan anaknya
Read All Reviews
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Rupanya kekacauan malam ini ditayangkan secara live di media kaca. “Maaf Tuan Yu, kami datang terlambat. Ada yang membuat onar di jalan dan membuat jalanan macet. Sepertinya semuanya sudah diatur untuk.. untuk menghalangi kami agar tidak bisa sampai di sini tepat waktu.” Lapor salah satu asistennya pada Yu Silan. Pria itu membungkuk dalam-dalam siap menerima kemarahan presdirnya itu. “Antonioooo!” Teriak Yu Silan sambil mengepalkan tangannya.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Satu Malam Bersama Adik Suamiku

“Aku berjanji, Ay. Akan ku lindungi kalian selalu. Kamu dan Aruna adalah segalaku.” Dalam keheningan malam yang mendalam, di bawah cahaya temaram lampu kamar, keluarga kecil itu merasakan ikatan cinta yang tak tergantikan, sebuah mukjizat yang tumbuh dari benih perjuangan dan harapan mereka bersama.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Sang Ksatria Malam

Sang Ksatria Malam

ucap sang pemuda keheranan. "Kau aman sekarang nak, kau berada di tenda yang kami dirikan di desa mu. Sebelumnya izinkan kami memperkenalkan diri, Aku adalah Ki Mada Sentosa, namun orang-orang memanggilku Guru Mada, aku adalah Guru besar sekaligus pemimpin dari padepokan Raja Malam yang berada di kaki bukit yang berjarak sekitar 4 mil dari sini. Dan ini adalah asistenku sekaligus satu-satunya muridku yang selamat dari insiden malam yang lalu, namanya adalah Bajulgeni. Dan untuk keluargamu maaf mereka sudah tidak bisa terselamatkan lagi anak muda." Jawab Guru Mada
103.0K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Malam Penuh Topeng

Malam Penuh Topeng

“Aku minta maaf atas perlakuanku malam kemarin. Itu sungguh tak adil bagimu.” Dia mengangguk. “Kau sudah menyebutkan itu,” ucapnya. “Kau membaca suratku?” “Tak adil bagimu jika aku tak membacanya.” Dia melirik Diora dan orang asing itu, yang dia bisikkan sebagai Dimitri Fernthier beberapa saat yang lalu. Tak ada yang lebih membingungkan daripada ketika mereka melihat keduanya bertarung seperti anak-anak di depan danau.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

6. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Mendapatkan Pekerjaan. Penulis : Lusia Sudarti Part 6 "Bang ...," aku tak mampu lagi mengucapkan apa pun lagi. 🥀🥀🥀🥀🥀🥀 Malam menggantikan siang yang begitu terik, rembulan menyembul menampakkan diri dengan malu-malu. Ia mengintip dari sela-sela awan putih yang berarak mengikuti arah angin membawanya.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

--- Suatu Malam di Tahun Ketiga Di langit merah pucat, dua cahaya menyilang — bulan purnama dan bayangan darah. Dan tiba-tiba… kedua anak itu terbangun di tempat yang sama: sebuah ruang kosong, hanya ada cermin panjang dan satu kursi tua. Xian Wu melihat dirinya. “Siapa kamu?” Hei Zhu menjawab dengan nada yang sama. “Aku kamu.” Tak ada permusuhan. Hanya rasa ingin tahu. Lalu cermin di tengah mereka bergetar. Suara tua bergema: > “Ujian ketiga akan segera datang. Dua tubuh, satu jiwa. Dunia akan mencoba memisahkan kalian… dan kalian harus memilih apakah ingin tetap bersama.”
107.5K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as pejuang sepertiga malam
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status