TAK INGIN BERCERAI
Jantungku berdegup tak karuan.
Kututup kembali jendela kamarku sambil terus membaca doa. Tak ada siapapun, mungkin memang anginnya saja yang terlalu kencang. Tapi aneh, jendelaku ini kuncinya sangat rapat terkunci dari dalam, bagaimana bisa terbuka karena angin dari luar? Ah, sudahlah, tak perlu kuhiraukan.
Baru akan naik keatas ranjang, terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, seperti ada orang mandi di dalam sana. Kulihat Mas Galih masih terlelap, siapa yang menghidupkan air?