Suami Warisan
(Kemari kau, Siluman Air!
Siluman Air yang Narendra panggil muncul dari pusat pusaran air. Di sekitar lehernya gelembung air pecah menjadi buih. Mahluk itu menyeringai dan meluncur mendekat, “Hapunten, Patih …. Saya bukan ingin mencelakakan Nyai, tapi saya tidak ingin Nyai kehilangan kemampuannya.”
Narendra menghardik, “Nyaho teu siah, maneh nyieun cilaka pamajikan aing!”