Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Fix, dugaanku benar kalau lelaki pelit dan dzholim itu telah memblokir Wa-ku.
"Bu,...."
Aku segera menoleh ke arah Shaka yang memanggilku.
"Iya, Kak, kenapa?" tanyaku. Aku segera meletakkan hp ke atas meja yang ada di sebelah kasur.
"Perih, panas, sakit. Rasanya ada semua," balas Shaka. Wajahnya memerah mungkin menahan semua rasa itu. Efek khitan baru terasa membuatnya meringas-meringis.