Suamiku, Aku Telah Takluk Pada Pria Lain
Di depannya ada seorang pria dengan senyum puas di wajahnya.
Aku mengamati lebih saksama wajah pria itu. Seumur hidupku aku tak akan lupa, ternyata itu adalah suamiku, Herman.
Aku berdiri kaku di depan mobil, kedua kakiku seperti dituangi timah, berat hingga tak bisa melangkah.
Mataku menatap lurus ke arah mobil, tak percaya dengan apa yang kulihat.
Aku mengucek-ucek mata berulang kali, berharap aku salah lihat, tapi pemandangan itu tetap sangat jelas, seperti sebilah pisau tajam yang menusuk langsung ke hatiku.