Sketsa Hujan
Suaranya rendah, nyaris hilang tertelan suara ombak, namun terasa begitu jelas di telinga Elang.
Elang menelan ludah. Ada pergulatan hebat di kepalanya. Wajah Aksara yang sendu di bandara sempat melintas, namun segera terhapus oleh kehadiran Ghea yang begitu nyata dan hangat di depannya. Ghea yang ada di sini, yang memujinya, yang menatapnya seolah ia adalah pahlawan.