Me and My Destiny
Bayangkan, perut Elang sudah berteriak minta diisi karena sejak dua jam yang lalu hanya hidungnya yang dimanjakan dengan berbagai aroma makanan lezat di sekelilingnya.
Elang memperhatikan Kia yang berkeliling mengamati berbagai menu yang tersedia, terlihat memilih makanan apa yang akan diambilnya. Rambut Kia sedikit berantakan, sepertinya dia mengikat rambutnya asal-asalan. Namun entah kenapa justru membuat Kia terlihat semakin menarik di mata Elang. Wajah Kia pun masih polos tanpa make up sedikitpun. Elang berdiri, mulai mengikuti langkah Kia dan ketika jarak mereka sudah dekat, Elang menepuk pundak Kia.
Kia menoleh karena terkejut, “Ya Ampun Elang. Ngagetin aja lo.”
Hot Chapters