Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Guardian of Tunlansia

The Guardian of Tunlansia

Terlebih dengan penampakan ekor seperti layaknya binatang sungguhan yg entah kenapa bisa ada disetiap manusia yg ia lihat didepan matanya saat ini. Seperti seorang wanita dengan pakaian sederhananya tapi memiliki telinga segitiga seperti anjing berwarna cream dengan ekor dibokongnya yang sedang bergoyang-goyang, lainnya tampak bocah lelaki bertelinga kelinci putih berpakaian seperti Robin hood tengah mementaskan tariannya dengan dikombinasikan bola api yg entah bagaimana juga itu bisa muncul dari telapak tangan bocah itu. Dan beberapa lainnya bahkan Ada yg memiliki sayap seperti Burung elang, kekelawar Dan bahkan Ada juga yg telinga seperti rubah dengan ekor panjang berwarna orennya. I-ini G
104.2K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Pria Misterius Itu Bukan Manusia

Pria Misterius Itu Bukan Manusia

“Saya tidak tahu mengapa saya tidak bisa menghapus ingatan kamu, sedangkan saya bisa menghapus ingatan manusia lain. Namun, satu hal yang pasti, jangan penasaran dengan saya, Elisa.” Aku menelan ludah dengan susah payah. Baru menyadari bahwa hal yang dikatakan oleh Pak Rendy sepertinya benar. Sebaiknya aku mundur sekarang sebelum terlalu jauh. Terlibat dengan manusia asing saja aku bisa berada dalam bahaya, apalagi terlibat dengan sosok yang bukan manusia. Bahkan, aku tidak tahu apakah Pak Rendy adalah sosok yang baik atau jahat.
103.6K viewsOn holdAdded to Library 74 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Little girl

Little girl

ucap Glora dengan tangannya sibuk menghapus sesuatu yang keluar dari hidungnya. Elang menyerngit heran. "Aku kan ga ngapa-ngapain." "Kak Elang tadi cium aku. Kata bunda anak kecil ga boleh cium-ciuman nanti masuk neraka." Elang tersenyum manis lalu mendekatkan wajahnya mengecup pipi bulat yang sangat menggemaskan itu. "Kata daddy kalo orang yang udah ciuman itu jadi mama papa. Berarti sekarang kamu jadi mamanya dan aku papanya.”
2.8K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Ia berdiri dan mengusap wajahnya dengan keras sambil mondar-mandir beberapa langkah. "Kurang terbuka! Brengsek!" Elang tidak bisa berhenti memaki-maki. "Entah apa yang ada di pikiran mahluk hidup yang dikatakan manusia itu. Tindakannya sama sekali tidak mencerminkan seperti manusia pada umumnya. Ya Tuhan!" Elang menghempaskan kedua tangannya ke udara karena frustasi. “Dan manusia tidak berakal inilah yang diperjuangkan Tasya mati-matian.” Elang frustasi mendengar sepak terjang Erland. Ia lalu menghadap ke arah Nurul.
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Alfheim - The Blasphemy

Alfheim - The Blasphemy

Elang pun terbang menembus hutan dan berperan sebagai mata ganda laki-laki itu. Dia bisa melihat apa yang terjadi dari arah atas. Mata elang itu merefleksikan kejadian yang membuat dia membelalak terkejut. "Yaampun! Ini bahkan bukan hari kerjaku," keluh pemuda elf itu. Dia lantas memerintahkan kudanya untuk menembus hutan dan mencapai lokasi dari informasi lewat mata elang itu. Sesampainya di sana, dia melihat dua orang manusia terikat di batang pohon tanpa bisa bergerak karena terlilit sulur tanaman.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Dari pangkal jari yang bertulang menonjol itu keluar gelombang tenaga dalam yang menghentak ke depan, menyambut sinar kuning dari mata si Mata Elang. Mestinya, lawan yang terkena sinar kuning itu akan terjengkang ke belakang bahkan mungkin terlempar jauh dari tempatnya. Tetapi, yang terjadi adalah kebalikannya. Tubuh si Mata Elang tersentak ke belakang ketika sinar kuning itu masuk kembali ke matanya. Wuttt...! Blluggh...!
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 701 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

"Elang. Tidakkah kau sadar dengan perjalanan hidupmu, yang memang diluar nalar manusia biasa. Itu adalah tanda 'kau memang dibedakan' oleh Yang Maha Kuasa, dari manusia yang lain, Elang. Untuk mengetahui 'pembedaan' itu hal baik atau buruk. Maka kau bisa menilainya dari seberapa besar, manfaat keberadaan dirimu di tengah-tengah manusia lainnya. Apakah kau masih belum mengerti juga Elang..?" kembali Eyang Paminggir memberi pencerahan, dengan memberikan pertanyaan di akhir pencerahannya. Senyum teduh nampak tak lepas dari wajahnya, yang diselimuti cahaya putih menyilaukan itu. "Tapi Eyang, perjalanan itu juga membuat Elang harus membunuh orang lain, yang tak sedikit jumlahnya. Apakah itu suatu
9.963.6K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Elang, si Dewa Medis

Elang, si Dewa Medis

Rendra benar-benar sangat bingung sementara Cakra menggeram marah, “Brengsek. Di mana kau? Cepat keluar ke sini!” Cakra berteriak marah dan mengedarkan arah pandangnya ke seluruh ruangan itu tapi dia tetap tak menemukan keberadaan Elang seolah-olah pria itu telah menghilang dan ditelan oleh bumi. “Elang! Jangan main-main denganku! Keluar dan hadapi aku sekarang!” kata Cakra. Rendra yang terlihat begitu sangat panik berkata, “Bos, Dia mungkin memang bukan manusia. Tidak ada manusia yang bisa melakukan hal seperti ini, Bos.”
108.3K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Dia menatap lurus ke arah orang-orang yang ada di hidupnya selama ini. Tatapannya begitu tajam, begitu gelap, hingga senyum di wajah orang yang melihatnya luntur seketika. Itu bukan tatapan orang kalah. Itu tatapan seekor serigala yang sedang mengingat wajah pemburunya sebelum masuk ke dalam gua. "Nikmatilah kemenangan kalian hari ini!" bisik Elang serak di tengah keriuhan, namun getarannya membuat orang di sekitarnya mengernyitkan dahi.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
Istri Muda

Istri Muda

ujarnya setelah tawa itu reda. "Kalau semua pria yang melamar kamu mati, apalagi saya yang langsung menikahi kamu," sahut Elang dengan jakun naik turun. "Justru itu, makanya Mama gak mau Abang lamar Huri, tapi langsung dinikahkan. Manusia dan jin, masih lebih cerdas manusia, Bang." Bulu tangan dan tengkuk Elang berdiri seketika. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri, memastikan keadaan sekitar kamar yang terasa sedikit horor. Ditambah lagi gerimis halus mulai turun. Suasana begitu mencekam bagi Elang.
1028.5K viewsCompletedAdded to Library 598 Times as mata elang pada manusia
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status