ANINDYA: BELIA TERPEDAYA CINTA
"Aku jahat, Nin. Seluruh orang yang tahu kisah kita akan menyumpahkku, mengataiku jahat, tapi... Aku tidak akan sekejam itu membunuh identitas anakku yang masih sehat, hanya demi menutupi identitasku sendiri."
Tidak perlu dijelaskan pun aku tahu bahwa yang kulakukan adalah suatu kesalahan. Tapi mau bagaimana, rencanaku memang menyembunyikan Gio darinya, dari orang banyak, dari siapapun yang mengenalku kelak.
Sengau yang diakibatkan hidungnya membuat mataku latah turut berkaca-kaca. Aku kehabisan kalimat balasan. Lebih tepatnya, penyesalan telah memakan kepercayaan diri untuk menghadapinya.