Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Seluruh kasih sayang, seluruh penerimaan, dan apapun itu yang ku dapat adalah atas dasar kepamrihan, mereka bahkan orangtuaku, juga melakukannya, menyayangi dengan pamrih.
Berapa juta kali aku harus menahan diri untuk tak membenci mereka—orangtuaku, menahan diri untuk tak membentak mereka, karena selalu saja aku disalahkan padahal itu bukan salahku, karena selalu saja aku diberi ekspresi kesal, padahal aku tak melakukan apa-apa. Dan, kini ketika aku telah dewasa, ketika ku pikir, aku mungkin akan menemukan seseorang yang bakal mencintaiku tanpa pamrih, menerimaku dengan lapang, aku justru bertemu lelaki ini, lelaki yang amat membenci kehidupan, dan aku menjadi salah satunya. Setidaknya ku pi
Hot Chapters