Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kesimpulan dilan 1990
Baca
+Pustaka
Dihamili Calon Tunangan, Dinikahi Pewaris Tunggal

Dihamili Calon Tunangan, Dinikahi Pewaris Tunggal

Suhadii90
Hanna Andira, di ambang keputusasaan, berdiri di tepi jembatan dengan niat untuk mengakhiri hidupnya. Namun, ketika ia hendak melompat, takdir mengubah jalannya. Seorang pria tampan, Caraka PraSagara, muncul dan mencegahnya dengan tegas. Meskipun Hanna menolak bantuan yang ditawarkan dengan penuh kemarahan, Sagara, begitu ia disapa, menunjukkan ketegasan yang jarang ditemui. Melihat perut Hanna yang membesar, Sagara menarik kesimpulan yang mengejutkan: Hanna sedang hamil. Dalam dialog yang sarat emosi, Sagara menawarkan sebuah proposal yang tak terduga: menikahi Anna. Untuk Hanna yang telah merasa dikhianati oleh kekasihnya dan hidup dalam kesendirian, tawaran itu menawarkan sebuah harapan baru. Namun, apakah Hanna akan menerima tawaran yang sepertinya hanya dilandasi oleh kebutuhan praktis?
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai kesimpulan dilan 1990
Baca
+Pustaka
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Memiliki suami dengan penghasilan tinggi tidak menjamin hidup Kanaya sejahtera serta berkecukupan, karena suami yang seharusnya membahagiakannya justru lebih mementingkan ibu serta saudaranya saja. Bahkan, ketika Thalita sang anak sakit, bukannya membawa ke rumah sakit dia malah lebih memilih pergi dan menemani saudaranya. Akankah Kanaya bertahan dalam kesakitan, ataukah rumah tangga keduanya bermuara pada perpisahan? Juga kisah perjuangan cinta penuh kerikil tajam yang terhalang perbedaan keyakinan antara dr. Dilan Januar Cristian, seorang laki-laki keturunan Tionghoa yang mencintai Kanaya dan terus setia menunggu selama 13 tahun lamanya. Akankah mereka bersatu dalam naungan cinta nan halal, ataukah harus kembali dipisahkan oleh perbedaan tersebut dan Kanaya akan kembali kepada Raditya Gunawan?
1097.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kesimpulan dilan 1990
Baca
+Pustaka
Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

@verapus14
Soulmates? Terkadang sulit sekali membedakan antara Soulmate dengan Pasangan hidup. Tapi Aku yakin pasti ada yang membedakan dua kosakata itu. Yang pasti, Aku menginginkan dua kosakata menjadi satu dalam hidupku. Hidup yang bahagia selamanya. Bersama.__Erina Eshal Mislav_14 Feb' 1990, 27 Tahun. Cinta yang tulus? Aku tidak yakin itu ada dalam hidup sekarang ini. Selama bertahun-tahun, Aku tidak pernah merasakan Cinta yang tulus itu. Semuanya Munafik. Tapi...semuanya berubah saat Aku bertemu denganmu, dan berubah lagi saat tidak sengaja Aku melukaimu.__Arthur Eryk Shaquile_12 April 1989, 28 Tahun. Semua orang di dunia ini sama saja. Selalu saja tidak bisa lepas dari yang namanya“Uang. Apalagi saat hati dan cinta kita sepenuhnya untuk seseorang, tapi seseorang itu lebih memilih "Uang" dan pergi meninggalkan ketulusan Cinta kita, apa yang terjadi padamu? Yup, Dalam sekejap merubah pribadiku menjadi sedikit apatis terhadap Wanita.__Zhafar Basrian Rafael_27 Nov' 1988, 29 Tahun.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai kesimpulan dilan 1990
Baca
+Pustaka
PASIEN NOMOR SEMBILAN

PASIEN NOMOR SEMBILAN

Ris Manice
Ini adalah cerita tentang pasien nomor sembilan yang datang padaku murni sebagai pesakitan. Allsya, remaja yang terlahir dari keluarga berada tapi tak bisa menikmati bahagia. Ditempa oleh keadaan yang memaksanya untuk dewasa sebelum waktunya. Diusianya yang masih belia ia mencari tentang keadilan, perbedaan laki-laki dan perempuan, dan pembedaan perlakuan. Ketika di penghujung SMP--masa sibuknya ujian, berhasil menemukan jawaban. Patriarki. Selain dari buku yang dibacanya, ia juga mendapatkan pemahaman dari Ersya--mahasiswa yang sedang KKN di desanya. Menjalin kedekatan. Mengajari banyak hal setiap malam, berbagi perhatian, dan juga memberi perlindungan layaknya sepasang kakak-beradik. Tiga bulan sudah, tiba masanya Ersya harus pulang. Tugasnya telah usai dan harus kembali menyelesaikan studynya di kota asal. Tentu saja Allsya tak baik-baik saja setelah perpisahan. Terciptanya kebersamaan membuatnya merasa kehilangan. Terlebih ketika mimpinya dipaksa mati oleh sang ayah dengan jeratan sebuah perjodohan. Ketika ia datang padaku memberanikan diri bercerita tentang sekelumit hidupnya sebagai upaya penyembuhan diri, maka mata hatiku merubah cara pandang tentangnya. Menebas segala prasangka yang sempat tercipta karena kesaksianku yang tidak utuh. Keputusannya datang padaku adalah momentum terbaik untuk melengkapi bagian rumpang yang sering mengundang pikiran yang bukan-bukan serta kesimpulan tanpa rujukan. Namun secara tidak langsung ia mengajakku bermain-main dalam labirinnya. Bahkan bukan lagi bersifat ajakan melainkan paksaan karena ini menyangkut tanggung jawab profesi. Baiklah, dengan bantuan diary sebagai saksi bisu sang pemiliknya yang dibiarkan aku baca, kesaksian seorang lelaki yang sangat kupuja, serta mataku sendiri yang menyaksikan beberapa bagian hidupnya, aku susun benang merah dari hidup seorang pasien nomor sembilan. Silahkan, saksikan saja kinerjaku ini!
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai kesimpulan dilan 1990
Baca
+Pustaka
The Miracle is You

The Miracle is You

sun10uni
Deril mencari di setiap ruangan, mulai dari kelas 1 hingga kelas 3, di ruang praktek dan ruang latihan drama, namun gadis itu tidak ada disana. terakhir pemuda itu menemukannya di ruang loker. Hana masih terlihat serius mengecek isi lokernya sebelum pulang. Deril sangat senang dan segera mendekatinya. “Hay…!” ucap Deril sambil berjalan mendekati Hana Tanpa melihatnya Hana sudah tahu bahwa seorang yang sedang menyapanya adalah Deril. Hana mencium aroma parfum bercampur keringatnya yang masih sama sejak setahun lalu. Tentu itu adalah parfum mahal yang dia beli di toko-toko berkelas. “Hay … Deril Batara Sandrian,” jawab Hana. Gadis itu tahu betul bahwa seorang brandal seperti Deril tidak mungkin menemuinya tanpa maksud. “Sepertinya ada urusan yang sangat penting hingga anda menyempatkan diri menemuiku.” Tanya Hana langsung pada pokok permasalahan. “Ehmmm…aku tahu ini memang konyol. Tapi aku membuthkan bantuanmu” ucap Deril sedikit ragu “Great..!” Hana tersenyum bangga saat Deril mengucapkan permintaan tolong padanya. “Ya..apa kita bisa latihan drama bersama setelah pulang sekolah?, aku tidak yakin untuk memintamu, namun aku ingin pementasan nanti berjalan dengan baik” ucap Deril Hana mengangguk. “Oke…aku akan membantumu. Kita akan latihan bersama dengan satu sayarat” ucap Hana “Oke…No paroblem, sebutkan saja apa yang kamu minta” jawab Dilan penuh percaya diri “Kita akan latihan bersama asal kamu mau berjanji tidak akan jatuh cinta padaku” Hana berucap dengan sangat serius. Deril tersenyum mengolok. “ Never “ jawab Deril cepat. Bagi dirinya tidak mungkin jatuh cinta pada gadis biasa seperti Hana, tentu dia sama sekali bukan tipe Deril. Pemuda itu masih tidak percaya jika Hana seyakin itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kesimpulan dilan 1990
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status