Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan
Dadanya berdegup kencang, karena Galih sama sekali tidak menyerah.
“Udah halal, jadi boleh, Sya.” Ucap Galih, menahan diri untuk tidak tertawa melihat raut wajah panik istrinya.
“Mas lagi nyetir.”
“Nggak apa-apa. Mana tangannya. Sini...”
Ya, mereka memang sudah halal, maka dari itu Aisyah tidak punya alasan untuk menolaknya. Ia ulurkan tangannya, sehingga sekarang mereka sudah saling menggenggam dengan hangat.