Terlahir Kembali Menjadi Dewa Perang
Perasaan itu seolah-olah telah mengakar dalam jiwa, menjadi bagian dari dirinya yang sulit untuk dilepaskan.
Firasatnya, yang selalu tajam, berbisik kepadanya bahwa perang besar yang baru saja usai tersebut belum sepenuhnya berakhir. Mungkin ini adalah tanda bahwa pertempuran masih belum selesai, dan dia tidak bisa begitu saja melupakan semua yang telah terjadi. Namun, seiring berjalannya waktu, kekhawatiran Aron perlahan-lahan mulai memudar, digantikan oleh harapan baru. Ia ingin memberikan kabar baik kepada negara tempat ia dilahirkan, membangun kembali apa yang telah hancur, dan memberikan rasa aman kepada rakyatnya.