LOGINKhanza dan Kenzo bisa melihat makhluk-makhluk halus atau hantu. Bukan hanya bisa melihat mereka, tapi mereka pun bisa mengusir para makhluk halus tersebut, bisa mendengar percakapan mereka dan juga bisa mendeteksi keberadaan atau merasakan kehadiran mereka. Sesosok makhluk halus yang memiliki kekuatan sangat besar, sangat ingin menguasai tubuh Khanza untuk memiliki kekuatan spiritualnya untuk menguasai dunia, agar dunia jatuh ke dalam kegelapan, kemudian melempar jiwa Khanza ke tempat yang jahat dan penuh dengan kegelapan. Karena itulah, sang kakek melawan sosok makhluk jahat itu, kemudian menyegelnya di sebuah tempat di belakang rumah kakeknya tersebut. Tiba-tiba, Khanza dan Kenzo mengetahui sebuah rahasia. Dahulu kala, sekitar dua ratus tahun yang lalu, terjadi perang di antara dua kerajaan. Kerajaan putih dipimpin oleh seorang calon raja bernama Kenzo dan memiliki istri bernama Khanza. Kerajaan Kenzo dan Khanza diserang oleh kerajaan tetangga karena mereka ingin membalas dendam. Dulu, ibu dari raja Dharma yang berasal dari kerajaan tetangga tersebut, menolak cinta dari ayah raja Kenzo. Karena marah dan tidak terima, meskipun sudah terjadi jauh sebelum raja Dharma dan raja Kenzo lahir, ayah dari raja Kenzo memutuskan untuk membunuh istri dan anak dari raja Dharma juga semua anggota kerajaan raja Dharma. Tidak terima dengan hal itu, raja Dharma melakukan kerjasama dengan para makhluk jahat untuk menyerang kerajaan raja Kenzo. Di depan mata raja Kenzo sendiri, raja Dharma membunuh istri tercinta raja Kenzo yaitu ratu Khanza dan keduanya bersumpah untuk bertemu lagi di kehidupan selanjutnya. Tepat sebelum raja Kenzo dan ratu Khanza meninggal dunia, raja Dharma bersumpah akan terus mencari keturunan dari raja Kenzo dan ratu Khanza. Kenzo dan Khanza merupakan reinkarnasi dari raja Kenzo dan ratu Khanza di masa lalu dan mereka berusaha untuk menyegel Dharma. Pada akhirnya, Kenzo dan Khanza harus meninggal dunia setelah mengalahkan Dharma. Keduanya berjanji bahwa mereka akan bertemu kembali di kehidupan selanjutnya.
View MoreSepanjang perjalanan pulang, Kenzo tidak bersuara sama sekali. Cowok itu nampak serius dengan jalanan di depannya, juga sesuatu yang sedang dia pikirkan. Di sampingnya, Khanza sesekali melirik. Sedikit khawatir dengan tingkah wali kelas sekaligus guru bahasa Inggrisnya tersebut. Bahkan, pengakuan cinta Kenzo tidak terlalu dipikirkan oleh Khanza. Khanza yang sedikitnya berubah. Berubah karena ingatan mengenai kehidupannya di masa lalu sudah kembali sepenuhnya. Cewek itu memang masih cuek dan datar, tapi sudah mulai terbuka sedikit. Khanza jadi lebih sering membuka percakapan. Kepada Kenzo, kepada Shio, Keanu dan Ven. Mengenai pengakuan cinta Kenzo, jujur saja, Khanza merasa kaget sekaligus senang. Ini pertama kalinya dia mendapatkan pernyataan cinta. Ini pertama kal
“Di mana ini?” Khanza terus berjalan, meski cewek itu tidak tahu di mana dirinya sekarang. Yang jelas, dia berada di sebuah ruangan berwarna putih. Tidak ada apapun di tempat ini. Kosong, hampa. Itulah yang Khanza rasakan. Sampai kemudian, langkah Khanza terhenti begitu dia menyadari seseorang mendekatinya dari kejauhan. “Siapa?” tanya Khanza dengan suara lantangnya. Kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Lalu, entah dorongan darimana, Khanza memanggil nama Kenzo berulang kali di dalam hatinya. “Siapa di sana?!” Sosok itu perlahan terlihat, membuat Khanza menyipitkan mata karena cahaya yang mengelilingi orang tersebut. Kemudian, di saat mata Khanza sudah bisa beradaptasi dengan cahaya itu, Khanza tersentak. Cewek itu mundur dua
Tahun 1818... Khanza tersenyum saat melihat anaknya dan Kenzo—Ksatria, berlatih pedang bersama dengan Ven. Adik cowoknya itu terlihat sangat bersemangat melatih Ksatria untuk menjadi seorang yang kuat dan hebat, seperti Kenzo. Ven memang sangat mengagumi kakak iparnya tersebut. Menurutnya, Kenzo adalah sosok yang baik hati, adil dan tentu saja kuat. “Ksatria, ayo istirahat dulu, Nak.” Khanza mendekati anaknya yang tahun ini memasuki usia tujuh tahun. Mendengar namanya dipanggil, Ksatria tersenyum lebar dan bergegas menghampiri Khanza, kemudian memeluk ibunya tersebut. Ven sendiri mendesah panjang dan duduk begitu saja di atas rerumputan. Di usianya yang masih menginjak tujuh tahun, Ven harus mengakui bahwa k
Ini di mana? Khanza menatap sekeliling dan mengerutkan kening. Cewek itu memeluk tubuhnya sendiri dan terus berjalan membelah kegelapan. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari pertolongan. Tempat ini begitu dingin dan sunyi. Seolah-olah, tidak ada cahaya yang pernah memasukinya. Kemudian, suara tawa itu terdengar. Begitu jelas dan menakutkan. Khanza berhenti melangkah dan memasang sikap waspada. Ini adalah tawa yang selalu dia dengar di dalam mimpinya. Tawa dari musuh terbesarnya. Musuh yang menginginkannya. Musuh yang ingin mengambil alih tubuhnya untuk melakukan kejahatan, kemudian membuang roh nya ke tempat paling kejam dan menyeramkan. “Hoo... jadi sekarang kau sudah memiliki penjaga, gadis kecilku?”












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews