MENJADI TAWANAN SANG PENYAMUN
Sialan! Semesta seolah sedang meludahi wajahku tepat saat jemariku hampir menyentuh tirai cahaya Aurora di langit Moonsphire.
Mimpi itu sudah di depan mata, namun mereka kembali datang untuk merenggut nyawaku—tepat sebelum keajaiban semesta dimulai.
Ternyata, kecantikan dan bakatku yang dielu-elukan di atas panggung sandiwara hanyalah sampah di mata pria itu. Semua lampu sorot dan tepuk tangan penonton tidak cukup untuk memenangkan satu keping hatinya.
Jauh di belakangku, di dalam kegelapan yang pekat, dia justru membagi ranjang dan rahasia dengan sosok yang paling aku percayai.
Pengkhianatan mereka adalah belati yang jauh lebih tajam daripada pedang mana pun yang pernah menembus dadaku.
Tujuh kali.
Tujuh kali aku mati bersimbah darah, menyaksikan mereka berdua tertawa di atas panggung sandiwara yang mereka bangun dari kehancuranku. Dan tujuh kali pula aku ditarik paksa dari liang lahat, bangkit dengan dendam yang membakar namun selalu kandas di tengah jalan.
Waktu telah menjadi labirin yang menyesatkan, dan kini aku tersungkur di sini; terperangkap dalam kastil megah yang tak lebih dari sekadar peti mati berlapis emas.
Aku bukan lagi seorang selebritas yang dipuja banyak orang. Aku adalah sosok yang terbentuk dari dendam yang belum terbalas, yang ditulis oleh darah dan perselingkuhan.