Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

gumam Manggala dalam hati. Kemudian Manggala pun kembali perhatikan dua ekor Katak Bulan di dasar kubangan yang tengah bertarung. Namun kini kedua ekor katak itu sudah sama-sama tak bergerak dalam keadaan terlentang. Mati. Di leher masing-masing tampak melilit sejenis benang warna kuning. "Hei? Benda apakah itu...?" gumam Manggala dalam hati. Sepasang mata putihnya yang tajam kembali memperhatikan dua ekor Katak Bulan yang telah jadi mayat itu.
1052.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kotoran mata seperti benang
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Mantan Istri Yang Amnesia Ternyata Orang Kaya

Mantan Istri Yang Amnesia Ternyata Orang Kaya

Matanya yang masih membulat mulai berembun, hingga detik berikutnya mengeluarkan cairan bening dari ekor matanya dengan derasnya. Tanpa sebab yang jelas, Ela yang masih tak mendapatkan ingatannya kembali mendadak mengeluarkan cairan bening dari ekor matanya. Rasa sesak pada dada membuatnya merasa gelisah. Rasa nyeri yang tak dapat dijelaskan membuatnya ingin melepaskannya melalui air mata. 'Apa yang terjadi? Apa yang salah dengan diriku?'
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Pertanyaan macam apa itu? Wajahku panas bukan main, pasti sudah merah padam seperti kepiting rebus. Aku ingin mundur, tapi punggungku tertahan sandaran sofa. "A-anu, Non, itu, saya nggak lihat jelas kok! Sumpah! Mata saya rabun kalau kena uap, burem, Non! Saya cuma lihat warna putih-putih doang kayak tembok baru dicat. Tapi, ada pink-pinknya dikit, saya nggak tahu itu apa, sekilas putih di tengahnya pink!"
9.31.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.2K kali sebagai kotoran mata seperti benang
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

kataku sambil mendekatinya. "Iya, kamu mengompreskan supaya nggak bengkak. Emang nggak bengkak, sih, Dek. Tapi sakit, perih gitu …." katanya manja. “Lihat ini,” katanya sambil menunjukkan matanya. "Hem, itu efek samping dari air mata yang keluar, Bang. Nikmatin aja," kataku santai. “Bagus juga sih, mata Abang jadi kecuci,” lanjutku lagi.
1047.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!

Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!

Saat mereka mulai menyimpan tentakel, dan beberapa pecahan daging lain. WUUUUUUSH! Groaaaaarh! "Si-sial! Ke-kenapa ada begitu banyak! CEPAT TERBANG!" WUUUUUSH! WUUUUUSH! Ribuan tentakel bergerak dari lima arah mata angin. Satu diantara mereka mulai tertangkap, lalu dibawa kedalam pasir, dan sesaatnya hanya terlihat genangan darah yang langsung mengering. "O-oh tidak begitu banyak..."
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 617 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Bukan Salesman Biasa

Bukan Salesman Biasa

“Jadi bola mata kita jika dilihat mata telanjang akan berwarna coklat tetapi jika dilihat menggunakan kacamata itu jadi merah, kuning, hjau.” “Bentuknya mirip dengan kacamatamu,” sambung ayahnya. “Ternyata kacamata seperti itu sedang tren ya. Pantas saja Pak Romli sangat bernafsu membeli kacamatamu.” “Ayah liat di mana?” “Di tivi tadi,” sahut sang Ibu. “Kacamatamu seperti itu juga?”
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Air mata berlomba tumpah dari balik bulu matanya yang panjang. Ia menggeleng kuat-kuat. Ia hanya ingin menghapus bayangan yang tadi dilihatnya. Ia memejam-mejamkan mata, tetapi bayangan itu malah kian tercetak jelas, seperti layar film yang terpampang di hadapannya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

“Apakah aku bisa berlatih untuk bisa menggunakan mata kiriku tanpa harus membuatnya berdarah? Sejujurnya itu menyulitkanku dalam melihat jika menggunakan penutup mata segelap ini.” Aliran darah dapat kurasakan mengalir dari mata kiriku, menuruni pipi dan berakhir menggantung di dagu. Bulir-bulir sebesar biji anggur itu kemudian membasahi jubah hitamku yang mustahil untuk dilihat bekasnya. Belum ada satu menit pun aku melepaskan penutup mata ini namun rasa lelah dan sakit itu langsung mendera.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Mereka kini menjadi tiga lingkaran hitam yang berputar, mirip dengan orbit planet di langit malam yang gelap. Enam bola yang mirip dengan kecebong (tomoe) menempel pada garis tersebut, masing-masing mewakili satu jalan dalam samsara. Mata ini tampak begitu aneh dan juga suci, seolah-olah hanya bisa dimiliki oleh Dewa. Mata ini seperti lukisan yang indah dan misterius, menarik dan membingungkan pada saat yang sama.
1042.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status