Kafan Hitam
sahut anggota yang lain, “satu orang jatuh ke curug, dan satunya lagi berhasil kabur.”
Ki Jalu memelotot, dan dua lubang tengkorak di matanya bersinar merah. “Nurustunjung maneh!”
“Punteun, Ki.”
“Tapi aing yakin budak dua eta pasti datang ka dieu.” Ki Jalu tertawa, lantas berbalik. Kakek tua itu kemudian meninggalkan kumpulan anggota Kalong Hideung. Ia yakin jika hal itu akan terjadi, cepat atau lambat. Jujur saja, ia ingin bertemu dengan sosok pemuda yang bernama Rojali itu.
Bab Populer