Culik Aku, Mas Gery!
Di atas meja itu, kelopak bunga mawar merah ditata rapi mengelilingi lilin-lilin aromaterapi yang menguar harum maskulin bercampur vanila.
Dua set alat makan perak berkilau di bawah cahaya malam. Dan di sana, di balik meja itu, Gery sudah berdiri tegak. Pria itu telah menanggalkan jas kantornya, kini hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung rapi hingga siku, memancarkan pesona matang yang begitu memikat.
"Selamat malam, Ana," sapa Gery, suaranya terdengar sangat rendah dan lembut, bergema di antara kesunyian taman.
Sikat na Kabanata