Rayuan Maut Para Tetanggaku
jawabnya pelan.
Aku menghela napas, berusaha tetap profesional. “Kalau gitu, udahan aja ya. Lagian tadi sudah gerakan yang terakhir, set terakhir.”
“Iya, Kak, maaf ya Kak, tadi tanganku licin,” katanya, menunduk malu.
“Santai aja, itu hal biasa. Lain kali pakai sarung tangan, ya, biar grip-nya gak licin,” kataku, mencoba bersikap normal.