Kelahiran Kembali
padahal dia enggan memberikan, tentu tanpa sepengetahuan ayah mertua.
“Agh, leganya, huh! Satu kilo, dakiku hilang. Em, lihat kulit lembut, kenyal dan seputih pamor. Hahaha, rupanya aku tidak jelek! Gadis bodoh ini, tidak bisa merawat kulit. Memakai make up tebal, belum lagi jarang menggosok tubuh. Owh, aku ingat dia sering disuruh berendam lumpur. Diperbolehkan mengelap saja, tapi setelah kugosok kulitku menjadi bagus. Bwhaha, adik kecilku yang bodoh, lumpur ‘kan bagus bagi kulit. Thank you-lah, duh lapar.” Berlanjut mencari tempat makan.
Hot Chapters