Pernah Menyesal Menikah
Aku menelan ludah, berusaha menahan emosi yang tiba-tiba menggelegak di dadaku.
“Menyesal?” tanyaku, suaraku terdengar lebih dingin dari yang aku maksudkan. “Apa yang sebenarnya kamu sesali, Jagad? Kecelakaan kemarin? Atau semua yang terjadi di antara kita selama ini?”
Jagad mengangkat wajahnya, tatapannya penuh penyesalan.
"Semuanya, Semesta. Aku menyesal karena aku nggak pernah benar-benar mengerti kamu. Aku menyesal karena ... aku selalu sibuk dengan egoku sendiri."