Luka Cinta Aluna
Ia berusaha menahan, tidak ingin air mata tumpah di depan orang-orang yang sering menyakitinya.
“O owww! Sahabat munafik! Aduh aduh, kok aku kecewa! Kirain si gadis polos, ternyata perempuan munafik!” tutur Rara, tangan terlipat di depan dada. Kepala mengeleng ke kiri dan kanan, mengejek, seolah tidak yakin dengan ucapan Fatma. Gelak tawa, menghiasi ruangan. "Sudah pernah melayani berapa orang, Aluna?" tanya Rara pelan dan menusuk. Ada Jeda dalam ucapan. "Kalau liar, tidak usah sok polos dengan berpakaian seperti ini!"
Hot Chapters