CALON TUMBAL
panggil Rangga, suaranya sedikit panik.
“Shh! Selena lagi fokus,” ujar Linggar, meski ia sendiri ketakutan.
Selena tetap diam, tubuhnya kaku seperti patung, namun matanya mulai berkaca-kaca. Ada sesuatu yang terjadi, sebuah komunikasi yang hanya dia pahami.
“Jovi...” suara Selena bergetar namun mantap. “Jovi, dengar aku. Kamu bisa pulang ke tempatmu. Kamu nggak mau pergi? Jovi, kumohon dengarkan aku.”
Hot Chapters